Feeds:
Posts
Comments

Archive for December, 2006

Munculnya layanan internet berbasis web 2.0 terutama layanan aplikasi office, sangat menguntungkan bagi pengguna internet, selain tentunya mengurangi biaya pembelian software (program office) karena bisa digunakan dalam web secara gratis, juga memudahkan dalam berkolaborasi dengan koleganya dalam mengerjakan sebuah pekerjaan (dokumen).

Salah satu contoh dari aplikasi web 2.0 yaitu pengolah teks online GoogleDocs and Spreadsheet. GoogleDocs and Spreadsheets merupakan layanan pengolah teks yang lengkap. Kita dapat mengintegrasikan gambar ke dalam dokumen dengan mudah melalui perintah di menu. Grafik juga bisa diperkecil atau di tempatkan di sisi kiri, tengah, atau kanan dokumen.

GoogleDocs

GoogleDocs menyimpan seluruh teks diserver. Teks dapat disimpan sebagai dokumen HTML, Open Office, Word atau PDF. Dengan fasilitas ekspor HTML, GoogleDocs dapat digunakan sebagai editor HTML.

Untuk dokumen yang dikerjakan secara tim, sebuah teks dapat dikerjakan secara bersama dengan kolega melalui internet secara reatime. Setiap dokumen dapat ditambahkan nama pengguna yang berpartisipasi.

Bagi yang suka menulis blog, GoogleDocs memberikan fasilitas menu publish sehingga memudahkan para blogger untuk dapat mempublikasikan secara langsung ke dalam blognya.

Read Full Post »

codeSejalan dengan perkembangan teknologi informasi, mengelola keamanan komputer dalam kaitannya dengan keamanan informasi menjadi sebuah tantangan. Seorang manajer keamanan informasi harus membuat dan menjalankan inisiatif keamanan informasi yang memastikan tiga hal utama, yaitu kerahasiaan (confidentiality), integritas (integrity), dan ketersediaan (availability) dari sistem informasi perusahaan atau organisasi.

Sistem manajemen keamanan informasi (SMKI) atau information security management system (ISMS) menyediakan pendekatan yang sistemik untuk mengelola informasi yang sensitif dalam kaitannya untuk mengamankan informasi tersebut. Hal ini mencakup orang, proses dan sistem informasi.

Keamanan informasi melibatkan tidak hanya pemasangan firewall atau perjanjian kontrak dengan perusahaan keamanan, melainkan integrasi berbagai inisiatif dalam sebuah strategi corporate sehingga masing-masing elemen memberikan level yang optimal terhadap keamanan. Dalam hal ini sistem manajemen keamanan informasi (SMKI) berperan memastikan seluruh usaha dikoordinasikan untuk mendapatkan keamanan yang optimal.

SMKI diterapkan dengan menggunakan sebuah prinsip PDCA (Plan-Do-Check-Act) model. Berikut tahapan dalam model PDCA :

1. Plan (establish the ISMS)

Mendefinisikan ruang lingkup SMKI dan kebijakan keamanan organisasi, mengidentifikasi dan menganalisa resiko, menentukan control objectives dan control untuk mengelola resiko

2. Do (implement and operate the ISMS)

Melaksanakan dan menjalankan kebijakan SMKI, kontrol, proses dan prosedur.

3. Check (monitor and review the ISMS)

Melakukan prosedur monitoring, mereview secara periodik untuk menguji efektifitas SMKI serta melakukan audit SMKI secara internal.

4. Act (maintain and improve the ISMS)

Melakukan perbaikan dan aksi preventif berdasarkan hasil audit SMKI secara internal dan review atas informasi lain yang berkaitan untuk memenuhi kebutuhan perbaikan SMKI.

Read Full Post »