Feeds:
Posts
Comments

Archive for May, 2007

Hari ini agenda saya dan teman-teman adalah jalan-jalan 🙂 setelah seminggu di Christchurch cuma mengerjakan urusan kantor dan mondar-mandir di seputaran kota aja. Rencananya mau makan siang di French Farm. Tapi sebelum makan siang ke French Farm, kita sempatkan mampir di International Antarctic Center. Karena selain ingin nyoba rasanya berada di Antartika, tumpangan kita (helicopter) ke French Farm parkir di dekat International Antarctic Center.Antarctic Center
Mampir ke International Antarctic Center menjadi perlu karena kota Christchurch merupakan pintu gerbang ke Antartika. Setiap orang ataupun tim yang akan melakukan penjelajahan ke Antartika selalu memulai dari kota ini.

International Antarctic Center terletak tidak jauh dari Christchurch International Airport, tepatnya di 38 Orchard Road. International Antarctic Center menyajikan berbagai informasi hasil penelitian beberapa tim dari beberapa negara mengenai penjelajahan dan penelitian mereka di Antartika. Mulai dari lingkungan, kehidupan, sampai pada peralatan yang dipergunakan ketika berada di Antartika. Selain melihat kehidupan penguins, hal yang paling menarik adalah pengunjung dapat merasakan situasi berada di kutub (mulai dari saljunya, proses matahari tenggelam ketika musim gugur datang, sampai pada badai yang datang dengan suhu -18 derajat celcius dan angin bertiup 40 km/jam). Sungguh suatu pengalaman yang menarik merasakan badai dan suhu dinginnya Antartika.

French FarmSetelah merasakan dinginnya Antartika, dilanjutkan dengan perjalanan ke French Farm. Letaknya di tepi semenanjung yang indah. Lembah French Farm menyajikan pemandangan alam yang mempesona, jalan yang berkelok-kelok melewati bukit-bukit yang ditumbuhi hijaunya pepohonan dan perkebunan anggur. Terkenal sebagai pembuat wine ala Perancis, French Farm bisa ditempuh dengan jalan darat dari Christchurch sekitar 1 setengah jam perjalanan, sedangkan bila menggunakan heli sekitar 20 menit. Wilayah French Farm yang berdekatan dengan Akaroa memang dipengaruhi oleh gaya Perancis. Menurut beberapa sumber, wilayah Akaroa dan sekitarnya merupakan wilayah yang dulu diduduki pertama kali oleh orang-orang Perancis. Jadi bila ada yang berkesempatan jalan-jalan ke Christchurch, silahkan mampir di dua tempat yang menarik ini.

Read Full Post »

jetstar.jpgDalam sebuah perjalanan ke New Zealand tepatnya ke Christchurch untuk sebuah urusan kantor. Kita berlima dikejutkan oleh pelayanan sebuah maskapai penerbangan (sebut saja Jetstar Airline). Ternyata penerbangan kita ke Christchurch dari Sydney tidak mendapatkan makan dan minum (alias harus beli di atas pesawat), padahal penerbangan ini adalah penerbangan internasional (antar negara australia – new zealand). Memang bukan masalah sih kalo toh memang harus beli, tapi permasalahannya harus beli pakai dollar NZ, gak bisa pakai dollar US. Sementara kita sendiri masih belum menukar dollar US kita ke dollar NZ. Apa yang terjadi tentu bisa ditebak, kita kelaparan dan kehausan selama tiga jam penerbangan dari Sydney ke Christchurch 🙂 .

Kita berlima sebelumnya tidak tahu kalo penerbangan Jetstar (Sydney – Christchurch) tidak disediakan makan dan minum. Karena setahu kita setiap penerbangan internasional pasti dapat makan dan minum, makanya kita yakin aja pasti dapat makan dan minum. Dan penerbangan sebelumnya pun antara Jakarta – Sydney (menggunakan Qantas Airways) kita dapat pelayanan bagus dan cukup memuaskan. Namun apa pun kejadiannya menjadi hikmah kita semua perlunya memastikan jenis penerbangan dan pelayanannya, sementara ini kita memasrahkan seluruhnya kepada orang yang memfasilitasi kita.

Read Full Post »

Smansa 93 di Autumn Cafe

Berawal dari email seorang teman tentang ajakan untuk reuni anak smansa 93 yang kemudian bersambung kepada beberapa teman (setelah puluhan tahun tidak pernah bertemu), akhirnya pada hari Jumat 4 Mei 2007 bertempat di autumn cafe Setiabudi Building Jl Rasuna Said Kuningan Jakarta, kita alumnus SMA 1 Pekalongan angkatan 1993 dapat bertemu dan bersilaturahim setelah berpuluh tahun tak berjumpa. Tentunya hal ini bisa terjadi selain karena kehendak Allah SWT juga karena budi baik mas Saiful Hadi (Belis = nama bekennya) yang telah bersedia menjadi promotor tunggal acara temu kangen Smansa 93. Terima kasih untuk Belis …

belis dkk

Belis berjas hitam dan berkaca mata

Masa-masa sekolah dulu menjadi kenangan yang indah bagi kita. Begitulah yang terjadi dengan perbincangan saya bersama teman-teman. Mulai dari Kenangan kenakalan semasa sekolah dulu, prestasi yang diraih hingga kehidupan dan aktifitas sekarang. Beberapa teman malahan sudah dapat dikatakan sukses dalam merintis bisnisnya. Misalnya Imang yang sudah jadi juragan batik, Saiful Hadi sudah jadi arsitek sekaligus boss di PT Hadi Karya Utama, dan Idris Satria Budi, Adi Kurniawan, serta TB Sananta Sella yang berkolaborasi dalam mengembangkan Solusiti.

Berikut beberapa foto pertemuan tersebut :

smansa93
Beberapa rekan tampak asik mengobrol

Berdua
Adi Kurniawan dan saya

Memang acara temu kangen ini belum lengkap dengan seluruh personil smansa 93 yang ada di Jakarta. Berbagai kesibukan mengakibatkan beberapa teman tidak bisa hadir. Ketidaklengkapan lebih terasa karena yang hadir hanya kaum prianya saja, kaum wanitanya mungkin karena berbagai alasan (sibuk ngurus rumah 🙂 ) sehingga tidak ada yang datang. Semoga pada pertemuan mendatang kita bisa bertemu dalam jumlah yang lebih lengkap.

Read Full Post »