Feeds:
Posts
Comments

Archive for October, 2007

Selamat Jalan, Selamat Bertugas

Suasana guyub dan kekeluargaan mewarnai pertemuan keluarga besar aksara20 siang ini di rumah makan Ayam Goreng Suharti. Acara diprakarsai oleh mas Cahyono dan mas Tomo. Selain sebagai acara silaturahim setelah lama tak berjumpa, acara kali ini menjadi istimewa karena dua rekan kita akan pamitan untuk menjalankan tugas ke negeri seberang. Cahyono Adhifatra, S.Sos akan menjalankan tugas di Geneva, Swiss dan Kapten Chb M Sutomo yang akan menjalankan tugas di Beirut Libanon.

Tercatat beberapa keluarga yang hadir adalah keluarga Agus S, kel Chandra, kel Lina, kel Ida, kel Ridwan, kel Satryo, kel Yan, kel Machbub, kel Ichus, kel Tony, kel Suharyanto, serta sebagai tuan rumahnya kel Cahyono dan kel Sutomo. Adapun yang lainnya seperti Damdami beserta putri tercintanya, Efdi, Eko, Tri, dan Yakobus. Diawali dengan makan siang bersama dengan menu utama khas ayam goreng Suharti. Kemudian acara dibuka oleh AKP Ida Ayu Dayang Iswari selaku pembawa acara dengan suara khasnya. Pada sambutannya, mas Cahyono menyampaikan pesan “walaupun jauh di mata nantinya, tapi hendaknya tetap dekat di hati, sekaligus mohon dukungan dari rekan-rekan selama beliau menjalankan tugas nantinya”. Adapun mas Tomo menyampaikan agar kekeluargaan ini bisa tetap terjalin baik dan mohon doa agar selama persiapan menjalankan tugas dan berangkat nantinya dapat lancar. Wejangan diberikan oleh Letkol Mar Suharyanto yang menyampaikan selamat jalan dan selamat bertugas bagi Cahyono dan Tomo, serta pesannya untuk selalu menjaga nama bangsa dan negara. Di samping itu bagi rekan-rekan yang belum berkesempatan untuk ditugaskan ke negeri seberang, hendaknya tetap semangat bekerja dengan baik sesuai dengan proporsional dan profesional.

makan makan lagi

makan nih ngobrol

Acara berlangsung meriah dengan iringan suara alunan air hujan yang mengguyur kawasan cilandak. Setelah ditutup dengan doa oleh mas Chandra, para keluarga aksara 20 mendapatkan souvenir cantik dari pemrakarsa sebagai kenangan. Terima kasih untuk kel Cahyono dan kel Tomo.

CahyonoSutomo

Selamat jalan dan selamat bertugas saudaraku….

Read Full Post »

Keraton Surakarta

Kesempatan mudik lebaran tahun ini selain pulang ke kota Batang, dimanfaatkan untuk jalan-jalan ke Surakarta. Kota yang dikenal dengan nama Solo ini merupakan kota budaya yang ditandai dengan adanya Keraton Kasunanan Surakarta dan Puro Mangkunegaran. Bersama keluarga besar kita berkunjung ke Keraton Surakarta.

Keraton Kasunanan atau Keraton Surakarta Hadiningrat didirikan oleh Sultan Pakubuwono II. Ditilik secara mendasar, keseluruhan desain bangunan keraton mengikuti pola bangunan dan tata letak keraton-keraton Jawa sebelumnya, yaitu membujur dari utara ke selatan. Masuk dari alun-alun Lor, setelah membeli tiket tanda masuk dan mengajak seorang pemandu, kita akan memasuki sebuah bangunan yang disebut dengan Sasono Sumewo. Melangkah beberapa langkah ke selatan terdapat bangunan yang letaknya lebih tinggi dari bagian lainnya yang disebut dengan Siti Hinggil, disinilah tempat duduk Sinuhun atau raja ketika merayakan grebegan.

Keluar dari Siti Hinggil ke arah selatan kita melewati dua pintu yang dinamakan Kori Renteng dan Kori Mangu (renteng = pertentangan dalam hati, mangu = ragu-ragu). Seterusnya kita menemui pintu raksasa dari kayu yang dinamakan Kori Brodjonolo Lor. Kata Brodjonolo mengandung arti yaitu brodjo artinya gaman (senjata) yang sangat tajam, sedangkan nolo artinya pikir. Jadi arti yang terkandung di dalamnya, kalau kita mau melewati pintu ini kita diminta agar segala sesuatu harus kita pikirkan dalam-dalam dulu, dengan kata lain kita diminta selalu waspada.

Melalui pintu masuk Brodjonolo ini kita sampai di pelataran yang dinamakan Pelataran Kamandungan, disebelah kiri dan kanan pelataran ada dua barak. Di belakang kori Kamandungan ini terdapat suatu pelataran yang disebut Sri Manganti. Namun pada kesempatan ini wisatawan harus melalui pintu timur melewati museum keraton untuk bisa masuk ke pelataran keraton. Pintu masuk ditandai dengan patung Sinuhun Pakubuwono X di depan Sidikoro dan dibelakangnya terdapat Panti Pidono, yang dipergunakan untuk mengadili kerabat keraton yang bersalah dan perlu dihukum.

SonggobuwonoLewat museum keraton ini kita dapat masuk ke pelataran keraton dengan melepas terlebih dahulu alas kaki kita. Melangkah masuk ke pelataran keraton akan dijumpai hamparan pasir dan rimbunnya pohon sawo kecik. Di pelataran ini terdapat menara yang disebut dengan Panggung Songgobuwono. Menara ini menurut pemandu digunakan untuk semedi raja dan bertemu dengan Nyai Ratu Roro Kidul, penguasa pantai selatan. Terlepas benar-tidaknya mitos itu, sesungguhya Panggung Songgobuwono merupakan alat pelengkap benteng pertahanan.

Di pelataran dalam akan kita jumpai sebuah pendopo besar yang dinamakan Pendopo Ageng Sasonosewoko. Di sebelah kanan pendopo Sasonosewoko terdapat bangunan yang semua dindingnya terbuat dari kaca, yang dinamakan Sasono Hondrowino. Tempat ini dipakai untuk menjamu tamu.

sasonosewoko.jpgSasono Hondrowino
Setelah menjelaskan panjang lebar seluk beluk Keraton Surakarta, akhirnya pemandu mempersilahkan kita untuk berkunjung ke museum Keraton. Di dalamnya disuguhi koleksi benda-benda peninggalan keraton yang langka dan unik. Di antaranya berbagai senjata pusaka, patung dan arca batu, koleksi aneka wayang, lukisan, pakaian resmi raja-raja, perangkat gamelan, beberapa kereta kencana dan lain-lain. Terkadang benda-benda itu dijuluki dengan nama kehormatan semisal Kiai, Nyai, ataupun Kanjeng Kiai

Demikian sekelumit kunjungan ke Keraton Surakarta Hadiningrat.

Read Full Post »

Soto PekalonganJumat 5 Oktober 2007 kemarin kita anak-anak smansa 93 pekalongan yang merantau di ibukota jakarta mengadakan acara buka puasa bersama di daerah tebet. Tepatnya di warung soto pekalongan miliknya pak Lukman bil Faqih. Suasana santai dan penuh canda mewarnai pertemuan ini. Personil yang hadir adalah sebagian yang datang waktu pertemuan reuni di Autumn Cafe dan sebagian lagi personil yang baru terkontak, lumayan semakin lama semakin banyak personil yang terhubung kembali (menambah jalinan tali silaturahim). Lebih istimewa lagi pertemuan kali ini dihadiri Masruri Muhammad, seorang personil yang tinggal di Yogyakarta tapi sering berada di Jakarta karena bisnisnya.

Kenapa kita pilih warung soto pekalongan sebagai tempat kita kumpul dan buka puasa bersama? Ya karena soto pekalongan atau biasa disebut dengan tauto merupakan ikon makanan khas pekalongan selain megono yang selalu kita rindukan. Disebut dengan tauto (tauco dan soto) karena soto ini bumbunya ditambah dengan tauco. Citarasa tauco memberi rasa khas kuah soto lebih harum dan lezat. Sebagaimana umumnya dengan soto, tauto dicampur dengan daging kerbau dan jeroan serta so’un (sohun). Tauto ini paling enak disantap bersamaan dengan lontong.

Bagi anda yang bepergian melewati kota Pekalongan silahkan menikmati tauto ini yang banyak ditemui di warung-warung sambil berbelanja batik. Kalau di Jakarta silahkan mampir di warungnya pak Lukman bil Faqih di daerah tebet timur dalam.

Read Full Post »