Feeds:
Posts
Comments

Archive for October 22nd, 2007

Keraton Surakarta

Kesempatan mudik lebaran tahun ini selain pulang ke kota Batang, dimanfaatkan untuk jalan-jalan ke Surakarta. Kota yang dikenal dengan nama Solo ini merupakan kota budaya yang ditandai dengan adanya Keraton Kasunanan Surakarta dan Puro Mangkunegaran. Bersama keluarga besar kita berkunjung ke Keraton Surakarta.

Keraton Kasunanan atau Keraton Surakarta Hadiningrat didirikan oleh Sultan Pakubuwono II. Ditilik secara mendasar, keseluruhan desain bangunan keraton mengikuti pola bangunan dan tata letak keraton-keraton Jawa sebelumnya, yaitu membujur dari utara ke selatan. Masuk dari alun-alun Lor, setelah membeli tiket tanda masuk dan mengajak seorang pemandu, kita akan memasuki sebuah bangunan yang disebut dengan Sasono Sumewo. Melangkah beberapa langkah ke selatan terdapat bangunan yang letaknya lebih tinggi dari bagian lainnya yang disebut dengan Siti Hinggil, disinilah tempat duduk Sinuhun atau raja ketika merayakan grebegan.

Keluar dari Siti Hinggil ke arah selatan kita melewati dua pintu yang dinamakan Kori Renteng dan Kori Mangu (renteng = pertentangan dalam hati, mangu = ragu-ragu). Seterusnya kita menemui pintu raksasa dari kayu yang dinamakan Kori Brodjonolo Lor. Kata Brodjonolo mengandung arti yaitu brodjo artinya gaman (senjata) yang sangat tajam, sedangkan nolo artinya pikir. Jadi arti yang terkandung di dalamnya, kalau kita mau melewati pintu ini kita diminta agar segala sesuatu harus kita pikirkan dalam-dalam dulu, dengan kata lain kita diminta selalu waspada.

Melalui pintu masuk Brodjonolo ini kita sampai di pelataran yang dinamakan Pelataran Kamandungan, disebelah kiri dan kanan pelataran ada dua barak. Di belakang kori Kamandungan ini terdapat suatu pelataran yang disebut Sri Manganti. Namun pada kesempatan ini wisatawan harus melalui pintu timur melewati museum keraton untuk bisa masuk ke pelataran keraton. Pintu masuk ditandai dengan patung Sinuhun Pakubuwono X di depan Sidikoro dan dibelakangnya terdapat Panti Pidono, yang dipergunakan untuk mengadili kerabat keraton yang bersalah dan perlu dihukum.

SonggobuwonoLewat museum keraton ini kita dapat masuk ke pelataran keraton dengan melepas terlebih dahulu alas kaki kita. Melangkah masuk ke pelataran keraton akan dijumpai hamparan pasir dan rimbunnya pohon sawo kecik. Di pelataran ini terdapat menara yang disebut dengan Panggung Songgobuwono. Menara ini menurut pemandu digunakan untuk semedi raja dan bertemu dengan Nyai Ratu Roro Kidul, penguasa pantai selatan. Terlepas benar-tidaknya mitos itu, sesungguhya Panggung Songgobuwono merupakan alat pelengkap benteng pertahanan.

Di pelataran dalam akan kita jumpai sebuah pendopo besar yang dinamakan Pendopo Ageng Sasonosewoko. Di sebelah kanan pendopo Sasonosewoko terdapat bangunan yang semua dindingnya terbuat dari kaca, yang dinamakan Sasono Hondrowino. Tempat ini dipakai untuk menjamu tamu.

sasonosewoko.jpgSasono Hondrowino
Setelah menjelaskan panjang lebar seluk beluk Keraton Surakarta, akhirnya pemandu mempersilahkan kita untuk berkunjung ke museum Keraton. Di dalamnya disuguhi koleksi benda-benda peninggalan keraton yang langka dan unik. Di antaranya berbagai senjata pusaka, patung dan arca batu, koleksi aneka wayang, lukisan, pakaian resmi raja-raja, perangkat gamelan, beberapa kereta kencana dan lain-lain. Terkadang benda-benda itu dijuluki dengan nama kehormatan semisal Kiai, Nyai, ataupun Kanjeng Kiai

Demikian sekelumit kunjungan ke Keraton Surakarta Hadiningrat.

Read Full Post »