Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Serba Serbi’ Category

Peringkat Universitas Top Dunia 2008

Peringkat pertama universitas paling top di dunia tahun 2008 masih diduduki oleh Harvard University. Selanjutnya sebagai peringkat kedua adalah Yale University. Sedangkan University of Cambridge menduduki peringkat ketiga universitas paling top dunia.

Indonesia di tahun 2008 menempatkan tiga universitasnya masuk dalam 500 universitas top dunia. Dipimpin oleh Universitas Indonesia pada peringkat 287, kemudian diikuti Institut Teknologi Bandung pada peringkat 315 dan Universitas Gajah Mada pada peringkat 316.

Sementara itu Universitas Airlangga, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Brawijaya juga masuk dalam peringkat universitas top dunia yang dikeluarkan oleh The Times Higher Education-Qs World University Rankings, namun berada pada peringkat diatas 500. Informasi selengkapnya bisa diperoleh di www.topuniversities.com

Read Full Post »

Open House apa Open Jail ?

Selain mudik, istilah Open House ketika lebaran sepertinya sudah sangat mentradisi di Indonesia. Terutama di kalangan para pejabat, tidak hanya di tingkat pusat melainkan juga sampai ke daerah pelosok negeri. Tujuannya utama diadakan open house tentunya sebagai ajang silaturahim, namun tidak menutup kemungkinan ada tujuan lagi. Karena memang silaturahim mengandung hikmah yang luas. Tidak saja hanya sebagai menyambung tali persaudaraan dan saling memaafkan, melainkan bisa dijadikan sarana untuk konsolidasi, memperkuat hubungan bisnis dan lain sebagainya.

Demikian halnya yang terjadi dengan mantan menteri kelautan dan perikanan Rokhmin Dahuri. Meskipun masih berada dalam tahanan di LP Cipinang, beliau tetap bisa mengadakan acara open house. Mungkin lebih tepatnya “Open Jail” … ya. Karena tidak dilaksanakan di rumah melainkan di penjara. Terus bagaimana dengan tahanan lainnya? Apakah mereka juga bisa melakukan acara istimewa yang sama? Keterangan lebih lengkapnya bisa ditanyakan ke LP Cipinang J

Informasi diperoleh dari detik foto

Read Full Post »

Bangkit

Bulan Mei tahun 2008 ini oleh pemerintah Indonesia dijadikan sebagai momen Peringatan 100 tahun Kebangkitan Nasional. Berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908 yang lalu dianggap sebagai suatu inovasi politik yang baru yaitu NASIONALISME. Kelahiran Boedi Oetomo dijadikan sebagai tonggak yang menumbuhkan semangat perjuangan kebangsaan.

Perjuangan panjang bangsa ini telah menghasilkan berbagai perolehan. Dari sebuah bangsa yang terjajah, menjadi bangsa yang merdeka. Namun cita-cita perjuangan para pendahulu negeri ini untuk dapat mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran, belumlah tercapai. Krisis pangan, krisis energi, dan krisis ekonomi masih menjadi tantangan bagi negeri ini. Sebuah negeri yang dikenal memiliki kekayaan sumber daya alam yang begitu melimpah, ternyata rakyatnya masih mengalami kekurangan.

Dibutuhkan kebersamaan dari seluruh komponen bangsa untuk dapat bangkit dari keterpurukan. Bangkitlah Negeriku Harapan Itu Masih Ada.

Sebuah untaian kata BANGKIT dari Dedy Mizwar…

Bangkit itu susah
Susah melihat orang lain susah
Senang melihat orang lain senang

Bangkit itu Takut
Takut untuk Korupsi
Takut untuk makan yang bukan haknya

Bangkit itu malu
Malu menjadi benalu
Malu minta melulu

Bangkit itu Marah
Marah bila martabat bangsa dilecehkan

Bangkit itu Mencuri
Mencuri perhatian dunia dengan prestasi

Bangkit itu Tidak ada
Tidak ada kata menyerah
Tidak ada kata putus asa

Bangkit itu aku
Untuk INDONESIAKU

Read Full Post »

Golkar dan Narapidana

“Golkar Ngotot Loloskan Bekas Narapidana” demikian judul koran tempo hari ini. Kalo baca isinya, terkesan Golkar sangat kukuh dalam memperjuangkan bekas narapidana untuk bisa menjadi calon anggota legislatif. Alasannya adalah hak politik seseorang semestinya pulih setelah menjalani hukuman pidana berat.

Sementara di undang-undang yang lain, syarat menjadi presiden, kepala daerah, anggota KPU harus tidak pernah jadi terpidana. Apakah hal ini menunjukkan bahwa Golkar tidak memiliki generasi yang bersih ? Mengingat banyak dari mantan aktivis (kader) Golkar yang masuk penjara. Akankah para narapidana yang notabene kader Golkar akan berusaha kembali lagi menjadi wakil rakyat? Sungguh suatu kerugian dan kemunduran bila mereka, para narapidana ini menjadi wakil rakyat. Sementara masih banyak orang berkemampuan lebih dari mereka dan bersih yang siap menjadi wakil rakyat. Sulitkah mencari sekitar 560 orang terbaik dari 220 juta penduduk?

Rasanya masih banyak orang terpelajar yang memiliki kemampuan dan kecakapan sebagai anggota legislatif dibandingkan para mantan narapidana.

Read Full Post »

Nasibmu Busway

Macet Transjakarta“Naik busway aja, biar cepet sampe di tempat”. Kata-kata itu dulu sering terdengar di telinga saya ketika orang merekomendasikan kepada temannya atau siapa saja yang minta saran jenis transportasi yang mudah dan cepat sampai di lokasi tujuan. Memang dulu ketika awal muncul, busway menjadi harapan pemecah kemacetan dan waktu tempuh bagi para pengguna jalan (transportasi) di Jakarta. Semakin meningkatnya jumlah kendaraan pribadi di jalanan Jakarta menjadi salah satu sumber terjadinya kemacetan. Oleh karenanya pemerintah mencoba terobosan baru dengan menerapkan busway (jalur khusus bus) yang hanya digunakan bus khusus (transjakarta) untuk melayani masyarakat pengguna transportasi. Harapannya transjakarta ini menjadi mode transportasi massa yang nyaman yang bisa menggantikan jenis transportasi lain (kendaraan pribadi) sehingga dapat memecahkan masalah kemacetan.
Namun pada kenyataannya justru sebaliknya. Pembangunan busway justru membuat tingkat kemacetan menjadi bertambah. Alih-alih mau mengurangi kemacetan, justru semakin macet. Upaya pemerintah mengambil kebijakan jalur khusus bus kemudian malah dilanggar sendiri dengan diijinkannya kendaraan lain untuk melewati jalur tersebut dengan alasan darurat (terjadi kemacetan yang luar biasa atau banjir). Ketegasan dari aparat untuk menerapkan aturan juga menjadi sumber semakin semrawutnya jalur busway ini. Sehingga wajar saja ketika orang sudah mulai beralih dari kendaraan pribadi untuk menggunakan transjakarta, namun ketika melihat realitas yang terjadi di lapangan (jalur khusus bus boleh digunakan kendaraan lain) justru tidak memenuhi kebutuhan masyarakat akan transportasi yang nyaman dan cepat sampai tujuan, membuat mereka kembali lagi beralih ke mode transportasi lama, yaitu menggunakan kendaraan pribadi. Hal inilah salah satu yang menyebabkan program pemerintah ini tidak berjalan dengan baik.
Ada sebuah cerita ketika koridor VI busway (Ragunan – Kuningan) ada. Pada awalnya masyarakat sangat antusias menggunakan transjakarta koridor ini, terutama mereka yang bermukim di Jakarta Selatan dan Depok. Mereka bisa mengakses mampang dan kuningan dengan cepat dan nyaman. Koridor ini merupakan jalur “gemuk”, mengingat jalur ini melewati banyak perkantoran. Selain itu juga berdampak pada pemasukan parkir bagi Kebun Binatang Ragunan (yang biasanya rame di hari libur saja), para pengguna transjakarta asal Jakarta Selatan dan Depok dan sekitarnya banyak yang memanfaatkan parkir Kebun Binatang Ragunan untuk memarkir kendaraannya. Selanjutnya mereka akan meneruskan perjalanan ke kantor menggunakan transjakarta dari terminal Ragunan.
Awalnya memang koridor ini sangat membantu para pekerja untuk menuju tempat kerjanya. Waktu tempuh dari Ragunan ke Kuningan dapat dicapai sekitar 30 menit. Sebuah perjalanan yang ideal. Namun kini perjalanan itu harus ditempuh dengan jangka waktu yang lama sekitar 2 jam. Disamping harus antri dan menunggu bus yang lama di terminal atau halte, juga harus berjubel di dalam bus. Sebuah hal yang wajar jika kemudian orang mulai beralih tidak menggunakan transjakarta lagi. Kenyamanan dan ketepatan waktu yang dulu dijanjikan, kini sudah tidak sesuai lagi. Jalur koridor VI selalu diterobos oleh kendaraan lain selain transjakarta. Sementara pak polisi dan petugas dishub hanya bisa melihat saja. Semoga hal ini bisa membuka mata, hati dan pikiran pengambil kebijakan kota Jakarta, bahwa sebuah kebijakan harus dipertimbangkan secara cermat dan tepat serta dilaksanakan sesuai dengan komitmen.

Read Full Post »

Peringkat Universitas Top Dunia 2007

Harvard University masih mempertahankan kedudukan peringkat pertama sebagai universitas top dunia tahun 2007. Berikutnya diikuti oleh University of Oxford dan University of Cambridge. Seperti tahun 2006 lalu, ketiga universitas ini menduduki peringkat tiga besar universitas top dunia. Demikian release peringkat universitas top dunia yang dikeluarkan oleh topuniversities.com

Dibalik gencarnya semboyan beberapa universitas untuk menjadi World Class University. Universitas-universitas di Indonesia untuk tahun 2007 ini mengalami penurunan peringkat dari peringkat 200-an dunia (tahun 2006) menjadi 300-an dunia. Hanya terdapat 3 (tiga) Universitas yang masuk peringkat 400 besar dunia, yaitu Universitas Gajah Mada (360), Institut Teknologi Bandung (369), dan Universitas Indonesia (395).

Namun yang paling penting adalah bukan hanya sekedar peringkat yang diperoleh, melainkan kualitas yang benar-benar bisa menunjukkan prestasi dari sebuah lembaga pendidikan tinggi serta kemampuan segenap unsur baik yang masih berada di dalamnya maupun yang sudah menjadi alumni untuk bisa memberikan solusi terbaik atas permasalahan bangsa.

Read Full Post »

Soto PekalonganJumat 5 Oktober 2007 kemarin kita anak-anak smansa 93 pekalongan yang merantau di ibukota jakarta mengadakan acara buka puasa bersama di daerah tebet. Tepatnya di warung soto pekalongan miliknya pak Lukman bil Faqih. Suasana santai dan penuh canda mewarnai pertemuan ini. Personil yang hadir adalah sebagian yang datang waktu pertemuan reuni di Autumn Cafe dan sebagian lagi personil yang baru terkontak, lumayan semakin lama semakin banyak personil yang terhubung kembali (menambah jalinan tali silaturahim). Lebih istimewa lagi pertemuan kali ini dihadiri Masruri Muhammad, seorang personil yang tinggal di Yogyakarta tapi sering berada di Jakarta karena bisnisnya.

Kenapa kita pilih warung soto pekalongan sebagai tempat kita kumpul dan buka puasa bersama? Ya karena soto pekalongan atau biasa disebut dengan tauto merupakan ikon makanan khas pekalongan selain megono yang selalu kita rindukan. Disebut dengan tauto (tauco dan soto) karena soto ini bumbunya ditambah dengan tauco. Citarasa tauco memberi rasa khas kuah soto lebih harum dan lezat. Sebagaimana umumnya dengan soto, tauto dicampur dengan daging kerbau dan jeroan serta so’un (sohun). Tauto ini paling enak disantap bersamaan dengan lontong.

Bagi anda yang bepergian melewati kota Pekalongan silahkan menikmati tauto ini yang banyak ditemui di warung-warung sambil berbelanja batik. Kalau di Jakarta silahkan mampir di warungnya pak Lukman bil Faqih di daerah tebet timur dalam.

Read Full Post »

Older Posts »